Seminar IORA: Optimalisasi Potensi Kelautan



PELAKSANA Tugas Kepala BPPK Kementerian Luar Negeri, Duta Besar, Salman Al Farisi, Rabu (23/3/3016), berkunjung ke Universitas Bengkulu dan diaulat sebagai pembicara utama pada Seminar Kelautan yang memaparkan tentang Indian Ocean Rim Association (IORA) dan program-progam optimalisasi potensi Samudera Hindia.
IMG_4138
Seminar ini dinilai sangat penting, mengingat Provinsi Bengkulu merupakan salah satu wilayah yang berhadapan langsung dengan lautan luas, Samudera Hindia. Ke depan, daerah ini akan menjadi salah satu fokus perhatian IORA dalam melaksanakan sejumlah program bidang pengamanan dan pemanfaatan potensi kelautan.
“Kegiatan ini sangat penting dan patut diapresiasi oleh semua pihak. Keberadaan Samudera Hindia memiliki peran sangat penting sebagai jalur perdagangan negara-negara di dunia. Potensinya sangat besar. Namun berbagai potensi itu belum digarap maksimal bagi kesejahteraan Rakyat Indonesia,” ujar Rektor UNIB Dr. Ridwan Nurazi, M.Sc.
“Kami sangat mendukung program IORA ke depan dalam memaksimalkan pemanfaatan potensi Saumdera Hindia. Hal ini pun sejalan dengan program studi Perikanan dan Kelautan yang dimiliki UNIB saat ini,” papar Rektor ketika membuka Seminar IORA.
IMG_4156
Sementara itu, Duta Besar, Salman Al Farisi, memaparkan, kerjasama IORA dengan unsur akademis ini dimaksudkan untuk membantu sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang peran dan fungsi Indonesia yang saat ini sebagai Ketua IORA.
“IORA sebenarnya sudah terbentuk sejak 20 tahun, namun belum banyak dikenal. Kali ini Indonesia ditunjuk sebagai ketua organisasi ini. Sebagai ketua IORA, kita memiliki peran strategis dan ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam peningkatan perekonomian kemaritiman yang berpengaruh terhadap Negara-negara di dunia,” ujarnya.
IMG_4162
Dijelaskan Salman Al Farisi, 70 persen jalur pedagangan dunia melalui dua samudera, yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. “Kita harus berperan di bidang kemaritiman dunia. Apalagi wilayah Indonesia hampir 2/3 terdiri dari lautan. Selain kaya akan potensi perikanan dan biota lainnya, lautan Indonesia juga dikenal dengan istilah Ekonomi Biru yang didalamnya memiliki banyak sekali cadangan migas,” ujarnya.
Selama ini tambah Salman, potensi kelautan di Indonesia memang belum digarap dan dimanfaatkan secara maksimal. “Oleh karena itu, sekarang kita harus bangkit untuk memaksimalkan kekuatan ekonomi kemaritiman. Semua pihak harus berperan aktif, termasuk kalangan akademisi dan pemerintah daerah khususnya yang daerahnya berhadapan langsung dengan Samudera Hindia,” tegas Salman optimistis.
Selain Rektor dan pimpinan UNIB lainnya, acara seminar IORA Outreach Program ini juga dihadiri Danlanal Bengkulu, unsure Pemda, Dosen Pakar Perikanan dan Kelautan, serta ratusan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Kelautan dan Perikanan UNIB.(Humas/amr] Sumber: unib.ac.id
Diberdayakan oleh Blogger.