Strategi Pengembangan Edu Wisata Alam Laut Berbasis Inovasi Di Pantai Wisata, Tapak Paderi, Kota Bengkulu


Dosen Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu Ari Anggoro, S.Pi., M.Si, Ir. Dede Hartono, MT, dan Ir. Zamdial, M.Si melakukan pengabdian mandiri di Pantai Tapak Paderi.Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara sosialisasi kepada masyarakat dan stakeholder. Konsep edukasi untuk menjaga lingkungan, edu wisata bahari juga akan meningkatkan pendapatan warga sekitar dan menumbuhkan sektor perekonomian. Akan tetapi dalam perjalannya membutuhkan inovasi pengembangan usaha yang berorientasi kepada profit, kesejahteraan dan pelestarian lingkungan laut. Inovasi yag disampaikan kepada masyarakat yang dapat menjadikan masukkan bagaimana mengembangkan Kawasan Tapak Paderi dengan lebih baik. Khususnya pada saat pandemic dengan penurunan jumlah pegunjung edu wisata laut, maka pentingnya untuk dilakukan inovasi. Kawasan wisata Tapak Paderi saat ini berusaha untuk pengembangan edu wisata dengan kerja sama melalui 11 komunitas. Diataranya yaitu edukasi mengenai habitat penyu, pemberian pakan penyu, penetasan telur penyu, edukasi pengembangan diri, Kelas musik, Kelas Mural, Aquascape, Lampu kolase, Kelas Panahan, serta paket edukasi dan adventure pada Pulau Tikus. Dalam perjalannya saat ini, Kawasan ini membutuhkan pengembangan inovasi dalam bertahan di kondisi pandemi. Agar edu wisata dapat berkelanjutan diperlukan strategi pengembangan edu wisata. Strategi pengembangan edu wisata bahari perlu adanya pengelolaan dari pihak pemerintah dan swasta agar lebih terarah dan berjalan dengan baik serta kedua belah pihak sepakat bekerjasama untuk mengembangkan obyek wisata Pantai secara berkelanjutan.

Diberdayakan oleh Blogger.