Upaya Penanganan Invasi Bintang Laut Mahkota Berduri (Acanthaster) di Perairan Ka'ana-Malakoni Pulau Enggano

ILMU KELAUTAN UNIB |  Menindaklanjuti kerjasama antara Prodi IKL dan Pemerintah Desa Ka'ana dan Malakoni, dosen IKL melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Desa Ka'ana dan Malakoni Kecamatan Enggano. Salah satu kegiatan PkM yang dilaksanakan adalah upaya penanganan invasi Bintang Laut Mahkota Berduri (Acanthaster ) di Peraiaran Ka'ana- Malakoni. PkM ini berlangsung pada bulan April-November 2021 dengan ketua tim pengabdian Mukti Dono Wilopo, S.Pi., M.Si dengan anggota Maya Angraini FU, S.Pi., M.Si. dan Nurlaila Ervina Herliany, S.Pi., M.Si. Selain itu kegiatan ini melibatkan mahasiswa IKL sebagai bagian dari Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Prodi IKL yaitu Prima Andika, Randy Pranata dan Redho Zulkarnain.

Latar belakang dilakukannya kegiatan PkM ini adalah munculnya hewan invasif Acanthaster di Perairan Malakoni-Ka'ana pada saat survey makrobenthos antara tim peneliti prodi IKL dan Pokmaswas Malakoni Bahari Conservation pada April 2021. Adanya ledakan Acanthaster ini dilaporkan kepada Kepala Desa Malakoni dan Ka'ana dan ditindaklanjuti dengan permohonan untuk mengatasi invasi Acanthaster di perairan mereka. Pengaruh ledakan populasi Acanthaster dapat menyebabkan penurunan tutupan karang hidup karena tingkat pemangsaan Acanthaster terhadap karang yang sangat tinggi. Hal ini dapat berpengaruh pada penurunan jumlah biota yang berasosiasi terhadap ekosistem terumbu karang seperti ikan, udang, teripang, kima dan lain-lain.

Kegiatan sosialisasi upaya penanganan Acanthaster dengan Pemerintah Desa Malakoni (09/21)

Acanthaster yang dikeluarkan dari perairan Humo di Desa Malakoni pada kedalaman 10-15 meter

Proses penanganan dengan menggunakan alat pengait yang dibuat khusus untuk mengambil Acanthaster dengan Scuba, pada perairan yang lebih dangkal penanganan dapat dilakukan dengan snorkeling

Tahapan kegiatan PkM di Desa Ka-ana dan Malakoni adalah dengan melakukan sosialisai kepada perangkat desa dan masyarakat, kemudian melakukan pelatihan kepada kelompok masyarakat (Pokmaswas dan Kompak). Pada tahap akhir dilakukan upaya pembersihan Acanthaster dengan metode pengambilan menggunakan alat pengait ke dalam perairan. Metode ini diambil dengan pertimbangan ketersediaan fasilitas Scuba dan SDM yang telah tersertifikasi penyelaman Scuba di Pokmaswas dan Kompak Desa Malakoni. Pada upaya penanganan dilakukan pada 8 titik pembersihan yaitu perairan Sawang Pari, Kikuba, Air Baun dan Ubik di Desa Ka'ana serta perairan Trans Malakoni, Humo, Gosong Kandang dan Manuhe di Desa Malakoni. Kegiatan pembersihan pada kedalaman 1-5 meter dilakukan dengan snorkeling sedangkan pada kedalaman 5-15 meter dilakukan dengan menggunakan Scuba. Dengan dilakukan pelatihan terhadap Pokmaswas dan Kompak di Desa Ka'ana dan Malakoni maka diharapkan mereka dapat melakukan upaya penanganan invasi Acanthaster secara mandiri di masa yang akan datang. (Humas prodi IKL)


Diberdayakan oleh Blogger.