Penguatan Kapasitas POKDARWIS Desa Kaana Untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Bahari Pulau Enggano

ILMU KELAUTAN UNIB |  Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu (Prodi IKL FP. Unib) yaitu Ir. Dede Hartono, MT dan Ir. Zamdial, M.Si, dalam hal ini adalah untuk memperkuat keberadaan Pokdarwis Karyaguna dengan harapan agar dapat memperbesar perannya dalam upaya pengelolaan pariwisata di Desa Kaana khsususnya dan di Pulau Enggano umumnya. Pengelolaan dan pengembangan sektor pariwisata, selain memerlukan dukungan kekayaan potensi wisata, kemudahan transportasi akasesibilitas dan berbagai fasilitas, juga sangat penting artinya dukungan dari kelembagaan pariwisata, seperti aturan-aturan legalitas, pelaku wisata dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap aktivitas kepariwisataan. Salah satu bentuk kelembagaan yang akhir-akhir ini menjadi tumpuan dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata di suatu daerah adalah Kelompok Sadar Wisata atau POKDARWIS. Menurut Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (2012), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pengembangan kepariwisataan di daerahnya. Keberadaan Pokdarwis tersebut perlu terus didukung dan dibina sehingga dapat berperan lebih efektif dalam turut menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan dan suasana yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan kepariwisataan di sekitar destinasi pariwisata. Untuk memberdayakan Pokdarwis di Desa Kaana agar dapat menjalankan perannya dan memberi kontribusi terhadap pengelolaan dan pengembangan potensi wisata bahari dalam upaya mendorong terbentuknya Kaana sebagai Desa Wisata Bahari, maka perlu dilakukan penguatan kapasitas Pokdarwis tersebut. Seluruh anggota Pokdarwis harus dibekali dengan penguasaan dan pemahaman tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan pembangunan kepariwisataan. 


Penyampaian materi untuk penguatan kapasistas Pokdarwis

Sebuah Pokdarwis menjadi kuat jika seluruh anggotanya menguasai dan memahami semua tugas-tugas dan fungsinya. Untuk itu, maka dsuatu upaya atau tindakan kongkrit agar terjadi penguatan kapasitas dan peran Pokdarwis,  yang pada akhirnya nanti dapat berpartisipasi aktif mendukung pengembangan sektor pariwisata dengan mengoptimalkan sadar wisata di Desa Kaana. Penguatan Pokdarwis diarahkan agar pengurus dan anggota meningkatkan kemampuannya dalam pemahaman berbagai aspek teknis, sosial dan ekonomis terkait peningkatan peran Pokdarwis untuk ikut mendorong pengembangan Desa Kaana sebagai desa wisata bahari. Pemahaman teoritis untuk bidang manajemen juga harus diperkuat dalam menjalankan fungsi, tugas dan peranan Pokdarwis. Ada beberapa materi yang harus dijadikan bahan pembelajaran seperti Buku Pedoman Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),  Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 93/PERMEN-KP/2020 Tentang Desa Wisata Bahari, Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.67/UM.001/MKP/2004 tentang Pedoman Umum Pengembangan Pariwisata, Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.04/UM.001/MKP/2008 tentang Sadar Wisata, Buku Pedoman Desa Wisata Tahun 2021 dan Buku Panduan Pengembangan Desa Wisata Hijau (2017). Penyampaian semua materi untuk penguatan kapasistas Pokdarwis dilakukan melalui ceramah-pemaparan dengan menggunakan infocus, pemberdayaan dan pendampingan.  Dalam pelaksanaan penguatan kapasistas Pokdarwis Desa Kaana melalui kegiatan sosialisasi-penyuluhan, khalayak sasaran di beri kesempatan seluas-luasnya untuk berdiskusi-tanya jawab  dengan pihak penyelenggara pengabdian pada masyarakat.

Foto bersama perwakilan masyarakat dan mahasiswa

Masyarakat Desa Kaana dan Pokdarwis Karyaguna, memerlukan penguatan pemahaman tentang berbagai aspek peraturan dan manajemen pengelolaan potensi pariwisata untuk mendukung Desa kaana sebagai Desa Wisata Bahari di Kecamatan Enggano-Pulau Ennggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Pengelolaan potensi wisata di Desa Kaana diarahkan dalam bentuk eko-wisata bahari dengan tetap memperhatikan azas optimalisasi untuk keberlanjutan.  (Humas prodi IKL)

 

Diberdayakan oleh Blogger.